Teknik · Arus bolak-balik
Kalkulator Reaktansi kapasitif
Hambatan semu kapasitor pada arus AC. Hitung reaktansi kapasitif, frekuensi, kapasitansi — dengan konversi satuan, analisis dimensi, langkah, dan verifikasi.
Contoh soal dan pembahasan
TerverifikasiJawaban
- reaktansi kapasitif
≈ 300 Ω (1 angka penting)(dibulatkan)
- reaktansi kapasitif — bentuk eksak
Langkah penyelesaian — Penyusunan ulang rumus dan substitusi
- Langkah 1:
Tulis rumus
Reaktansi kapasitifHambatan semu kapasitor pada arus AC.
- Langkah 2:
Susun ulang rumus untuk reaktansi kapasitif
Operasi invers diterapkan pada kedua ruas hingga variabel yang dicari terisolasi.
- Langkah 3:
Nilai yang diketahui (dalam satuan SI)
Konversi ke SISemua besaran dikonversi ke satuan SI koheren agar rumus berlaku tanpa faktor tambahan.
- Langkah 4:
Substitusikan nilai
Ganti setiap besaran yang diketahui dengan nilainya.
- Langkah 5:
Selesaikan untuk reaktansi kapasitif
Persamaan linear (metode keseimbangan)
Verifikasi: Terverifikasi. ✓ Analisis dimensi rumus: dimensi ruas kiri = dimensi ruas kanan. ✓ Dimensi rumus hasil penyusunan ulang cocok dengan dimensi reaktansi kapasitif. ✓ Substitusi reaktansi kapasitif = 318.30989 (SI) kembali ke rumus.
Tentang kalkulator ini
Hambatan semu kapasitor pada arus AC. Kalkulator ini dapat menyelesaikan rumus untuk variabel mana pun: pilih besaran yang dicari, isi besaran lain beserta satuannya.
Semua nilai dikonversi ke satuan SI, konsistensi dimensi diperiksa, lalu hasil diverifikasi dengan mensubstitusikannya kembali ke rumus.
| Simbol | Besaran | Satuan SI |
|---|---|---|
| reaktansi kapasitif | Ω | |
| frekuensi | Hz | |
| kapasitansi | F |
Rujukan: University Physics Volume 2 — OpenStax (Rice University) (tautan)
Perhitungan dilakukan oleh mesin matematika deterministik di peramban Anda — tanpa AI generatif. Baca metodologi dan batasan.
Pertanyaan umum
Apa rumus reaktansi kapasitif?
Rumusnya X_C = 1/(2·pi·f·C), dengan XC = reaktansi kapasitif (Ω), f = frekuensi (Hz), C = kapasitansi (F).
Bisakah memakai satuan selain SI?
Bisa. Setiap kolom menerima satuan yang dimensinya sesuai (misalnya km/h untuk kecepatan, g untuk massa); kalkulator mengonversinya secara eksak dan menolak satuan yang dimensinya salah.